Wednesday, 3 September 2014

Teknologi Tepat Guna Pertanian Terbaru


Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini memiliki dampak pada semua aspek. Begitu juga dengan aspek pertanian. Dimulai dari pertanian pada masa primitive yang dicirikan dengan seringnya berpindah-pindah tempat. Dilanjutkan dengan pertanian tradisional yang ditandai dengan lahan yang menetap sampai pada akhirnya pertanian modern. Dalam pertanian modern sendiri yang menjadi ciri utama alah teknologi yang digunakan. Baik berkaitan dengan alat maupun cara pengelolaannya. Maka tidak heran jika pada masa sekarang ini, dalam pertanian modern sering disebut istilah teknologi tepat guna pertanian. Tujuan utama dari teknologi ini tentu bagaimana memberdayakan suatu kegiatan pertanian agar tidak hanya menghasilkan produk untuk kecukupan sendiri di masa sekarang, tetapi juga di masa yang akan datang dan tentunya untuk kebutuhan orang lain.



Dalam pertanian modern sendiri menurut ahli ada beberapa ciri yang membedakan dengan pertanian tradisional, yaitu:

 1.    Kegiatannya berbentuk sebuah usaha, sehingga dikelola secara professional dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan ekonomi dan tentunya menggunakan teknologi tepat guna pertanian demi menghasilkan sebuah brand image.

 2.    Dalam kegiatannya terdapat pertimbangan pengambilan keputusan secara rasional dan inovatif, sehingga memiliki bargaining power yang kuat di pasar.

 3.    Memiliki pengorganisasian yang terstruktur dan kuat, baik dari tingkat dasar sampai dengan dengan pusat, atau dari hulu ke hilir.

 4.    Terdapat regulasi yang mengatur semua aspek baik aspek makro maupun mikro. Dan tentunya keberpihakan kepada petani juga tinggi.

Dari beberapa ciri pertanian modern ini maka sebetulnya secara umum tujuan utama pertanian modern adalah memenangkan kompetisi di pasar. Karena pertanian modern sudah bukan lagi sekedar kegiatan pemenuhan pangan melainkan juga kegiatan usaha dimana bagi pelakunya dapat disebut sebagai sebuah profesi. Sebagaimana layaknya sebuah usaha, tentu pemilik usaha tidak boleh memikirkan tujuan sesaat, melainkan juga keberlangsan usahanya atau sustainability. Salah satunya dengan pemilihan teknologi tepat guna pertanian. Maka dalam pertanian modern sendiri terdapat istilah system pertanian berkelanjutan.

Sebagai salah satu pilar dalam pertanian modern, teknologi pertanian merupakan sebuah praktek empiris atau didasarkan penelitian sebelumnya yang ditekankan pada perekayasaan obyek-obyek tertentu dalam pembuatan alat dan media pendukung lainnya, proses produksi sampai pengamanan hasil produksi. Dapat dikatakan teknologi tepat guna pertanian meliputi pemilihan teknologi dari mulai perencanaan misalnya memilih benih, proses pertumbuhannya sampai dengan proses pasca produksi. Dimulai dari penyimpanannya misalnya pemilihan letak gudang sampai proses pengolahannya.

Dari pengertian diatas, maka secara umum teknologi pertanian sendiri dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  1.  Teknik pertanian, berkaitan dengan alat yang digunakan pada saat proses.
  2.  Teknologi hasil pertanian, berkaitan dengan pengolahan hasil produksi.
  3.  Teknologi industry pertanian, berkaitan dengan bagaimana menghasilkan keuntungan optimal dari suatu kegiatan pertanian yang menitikberatkan pada pelaksanaan sistem manajemen secara keseluruhan.

Maka ketika berbicara mengenai teknologi tepat guna pertanian adalah berbicara mengenai kombinasi diantara ketiga jenis teknik diatas.
Terdapat beberapa pertimbangan sebagai faktor pemilihan teknologi tepat guna pertanian agar dapat membantu meringankan pekerjaan manusia sehingga dapat menguntungkan secara ekonomi , yaitu:

 1.    Faktor social dan budaya. Berhubungan dengan kebudayaan dan kebiasan masyarakat.
 2.    Faktor eknomi. Berapa anggaran atau modal yang dimilik.
 3.    Faktor lingkungan. Dampak yang terjadi dari penggunaan sebuah teknologi.
 4.    Faktor politik. Berkaitan dengan regulasi. Baik pada saat proses produksi maupun pasca produksi, yaitu saluran distribusi atau pemasarannya.



Jika membutuhkan mesin pertanian terbaru, silahkan kunjungi selalu situs mesin pertanian Agrowindo ini.

1 comment: